<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Veegha's Weblog</title>
	<atom:link href="http://veegha.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://veegha.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 31 Dec 2008 08:21:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='veegha.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Veegha's Weblog</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://veegha.wordpress.com/osd.xml" title="Veegha&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://veegha.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Pencemaran Terhadap Lingkungan</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/12/31/pencemaran-lingkungan/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/12/31/pencemaran-lingkungan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Dec 2008 08:19:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi Pencemaran lingkungan merupakan masalah yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan. Siapapun bisa berperan dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Kita dapat memulai dari lingkungan yang paling kecil, yaitu diri sendiri. Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=39&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Motivasi</p>
<p>Pencemaran lingkungan merupakan masalah yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan. Siapapun bisa berperan dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita. Kita dapat memulai dari lingkungan yang paling kecil, yaitu diri sendiri.<br />
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi, dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.</p>
<p>Sumber Pencemar</p>
<p>Pencemar datang dari berbagai sumber dan memasuki udara, air dan tanah dengan berbagai cara. Pencemar udara terutama datang dari kendaraan bermotor, industi, dan pembakaran sampah. Pencemar udara dapat pula berasal dari aktivitas gunung berapi.</p>
<p>Pencemaran sungai dan air tanah dapat berasal dari kegiatan domestik, industri, dan pertanian. Limbah cair domestik terutama berupa BOD, COD, dan zat organik. Limbah cair industri menghasilkan BOD, COD, zat organik, dan berbagai pencemar beracun. Limbah cair dari kegiatan pertanian terutama berupa nitrat dan fosfat.<br />
Proses Pencemaran</p>
<p>Proses pencemaran dapat terjadi secara langsung maupun tidak langsung. Secara langsung yaitu bahan pencemar tersebut langsung berdampak meracuni sehingga mengganggu kesehatan manusia, hewan dan tumbuhan atau mengganggu keseimbangan ekologis baik air, udara maupun tanah.</p>
<p>Proses tidak langsung, yaitu beberapa zat kimia bereaksi di udara, air maupun tanah, sehingga menyebabkan pencemaran.</p>
<p>Pencemar ada yang langsung terasa dampaknya, misalnya berupa gangguan kesehatan langsung (penyakit akut), atau akan dirasakan setelah jangka waktu tertentu (penyakit kronis). Sebenarnya alam memiliki kemampuan sendiri untuk mengatasi pencemaran (self recovery), namun alam memiliki keterbatasan. Setelah batas itu terlampaui, maka pencemar akan berada di alam secara tetap atau terakumulasi dan kemudian berdampak pada manusia, material, hewan, tumbuhan dan ekosistem.</p>
<p>Langkah Penyelesaian</p>
<p>Penyelesaian masalah pencemaran terdiri dari langkah pencegahan dan pengendalian. Langkah pencegahan pada prinsipnya mengurangi pencemar dari sumbernya untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih berat. Di lingkungan yang terdekat, misalnya dengan mengurangi jumlah sampah yang dihasilkan, menggunakan kembali (reuse) dan daur ulang (recycle).</p>
<p>Di bidang industri misalnya dengan mengurangi jumlah air yang dipakai, mengurangi jumlah limbah, dan mengurangi keberadaan zat kimia PBT (Persistent, Bioaccumulative, and Toxic), dan berangsur-angsur menggantinya dengan Green Chemistry. Green chemistry merupakan segala produk dan proses kimia yang mengurangi atau menghilangkan zat berbahaya.</p>
<p>Tindakan pencegahan dapat pula dilakukan dengan mengganti alat-alat rumah tangga, atau bahan bakar kendaraan bermotor dengan bahan yang lebih ramah lingkungan. Pencegahan dapat pula dilakukan dengan kegiatan konservasi, penggunaan energi alternatif, penggunaan alat transportasi alternatif, dan pembangunan berkelanjutan (sustainable development).</p>
<p>Langkah pengendalian sangat penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat. Pengendalian dapat berupa pembuatan standar baku mutu lingkungan, monitoring lingkungan dan penggunaan teknologi untuk mengatasi masalah lingkungan. Untuk permasalahan global seperti perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, dan pemanasan global diperlukan kerjasama semua pihak antara satu negara dengan negara lain.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/39/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/39/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/39/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=39&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/12/31/pencemaran-lingkungan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Memfungsikan Kembali Lahan Hijau di Jakarta</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/memfungsikan-kembali-lahan-hijau-di-jakarta/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/memfungsikan-kembali-lahan-hijau-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 07:06:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lahan Hijau Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Harian Republika dan Republika Online 8 Februari 2008 Pemprov DKI Jakarta menyatakan tidak mampu memenuhi penambahan 30 persen ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang tata ruang dan wilayah. Dalam pertemuan dengan Komite Evaluasi Lingkungan Kota (KELK), pekan kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=15&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Harian Republika dan Republika Online 8 Februari 2008</p>
<p>Pemprov DKI Jakarta menyatakan tidak mampu memenuhi penambahan 30 persen ruang terbuka hijau (RTH) di Ibu Kota seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang No 26 tahun 2007 tentang tata ruang dan wilayah.</p>
<p>Dalam pertemuan dengan Komite Evaluasi Lingkungan Kota (KELK), pekan kemarin, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo mengatakan, Pemprov DKI Jakarta hanya menargetkan penambahan RTH dari 9,6 persen saat ini menjadi 13,94 persen hingga tahun 2010.</p>
<p>&#8221;Itu pun dengan sudah susah payah kita lakukan. Lahan yang luas seperti itu kan nggak mungkin kita laksanakan. Kita harus menyediakan lahan seluas 120 kali luas lapangan bola. Bila dipaksakan, berapa yang harus disediakan,&#8221; kata gubernur Fauzi.</p>
<p>Namun, kata Fauzi, pemerintah sudah menyiapkan sejumlah kebijakan menambah RTH. Langkah yang akan ditempuh Pemprov DKI Jakarta menambah RTH adalah dengan mengembalikan semua lahan sesuai dengan peruntukkannya. Misalnya, menertibkan kembali area hijau yang dihuni pedagang kaki lima (PKL) maupun pemukiman padat penduduk.</p>
<p>Penertiban yang dimaksud dalam Rancangan Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2008, berupa penataan pedagang tanaman hias dan ikan hias di Pasar Barito yang berdiri diatas Taman Ayodya. Penataan kawasan Rawasari yang dihuni pedagang keramik, serta memindahkan 27 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Tidak hanya itu, Pemprov juga menginventarisir penertiban pada 16 kawasan pemukiman dan lahan guna mengembalikan fungsi awal serta perluasan RTH. (Tabel 16 Kawasan yang ditertibkan)</p>
<p>Namun, kebijakan itu ditentang habis Walhi Jakarta maupun Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta. Menurut pengacara publik LBH Jakarta, Nurkholis Hidayat, upaya penataan 16 kawasan akan semakin menambah jumlah pengangguran, dan menjadikan ribuan warga yang tinggal di kawasan tersebut menjadi gelandangan, karena tidak lagi mempunyai tempat tinggal.</p>
<p>&#8221;Ada sekurangnya 10 ribu warga yang akan menganggur dan tidak mempunyai tempat tinggal kalau 16 kawasan pemukiman dan pedagang digusur demi memperluas RTH,&#8221; tandas Nurkholis.</p>
<p>Namun, Fauzi membantah jika tindakan pemerintah tersebut dinilai sebagai bentuk penggusuran. &#8221;Bukan penggusuran, tapi penataan supaya lebih rapi,&#8221; ujar gubernur. Penataan kawasan-kawasan itu untuk pengembalian fungsi ruang hijau, karena pemerintah kesulitan kalau membeli lahan. &#8221;Harga tanah semakin tahun semakin tinggi. Kalau beli untuk lahan hijau, pemerintah tidak punya uang. Solusinya, ya menata kembali kawasan yang dulunya hijau, sekarang jadi pemukiman. Kita nggak menggusur kok, kan ditata agar bagus,&#8221; beber Fauzi.</p>
<p>Ketua Komite Evaluasi Lingkungan Kota (KELK) Provinsi DKI Jakarta Parni Hadi mengatakan pihaknya meminta Pemprov untuk tidak menggunakan langkah penggusuran atau pengosongan lahan dalam program penambahan RTH.</p>
<p>Usulan tersebut direspon positif gubernur. Menurut gubernur kepada pengurus KELK, dalam mengembalikan fungsi sekaligus memperluas ruang hijau, pemerintah mempertimbangkan aspek sosial-ekonomi maupun ekologis.</p>
<p>&#8221;Yang penting adalah jangan lakukan penggusuran untuk menambah RTH, masih ada jalan lainnya seperti pengoptimalan penghijauan di pemukiman dan pembenahan kampung menjadi lebih baik,&#8221; saran Parni kepada gubernur.</p>
<p>Parni yang mantan Pimred LKBN Antara ini menilai keinginan politik Pemprov DKI Jakarta memperbaiki kondisi ruang terbuka hijau agar kualitas lingkungan di ibukota meningkat merupakan hal yang positif, meski pemerintah harus memperhatikan keberadaan rakyat miskin. Anggota KELK, Darundono memaparkan keberadaan RTH di DKI sangat penting selain sebagai tempat resapan air juga sebagai wahana untuk menetralisasi karbon monoksida.</p>
<p>Upaya lain yang dilakukan pemerintah guna menambah ruang hijau, kata Fauzi, yakni mengoptimalkan sejumlah taman. Sarwo Handayani, Kepala Dinas Pertamanan menjelaskan, bentuk pengoptimalan adalah merevitalisasi taman yang tidak terawat. Misalnya, banyak tanaman perdu sehingga menutupi keindahan taman.</p>
<p>Kemudian memperluas Taman Interaktif, tidak hanya seluas 300-400 meter tapi diperluas menjadi 700-1.000 meter di setiap Rukun Warga (RW). Perluasan Taman Interaktif sangat besar manfaatnya untuk daerah khususnya kawasan padat bangunan. Dengan upaya diatas, Foke &#8211;sapaan akrab&#8211; optimis RTH bisa ditambah secara bertahap.</p>
<p>Namun, Darundono meminta Pemprov juga mengembalikan fungsi RTH diatas bangunan perumahan, hotel, wisma, apartemen serta pusat perbelajaan. &#8221;Bangunan-bangunan tersebut perlu diteliti pula, sebab dulunya beberapa lahan yang menjadi fondasi bangunan merupakan area resapan air atau ruang hijau. Persoalannya, berani tidak gubernur menindak tegas seperti tindakan penertiban pada pemukiman padat penduduk,&#8221; terang Darundono.</p>
<p>Dalam Rencana Strategis Kerja Pemerintahan Lima Tahun (2007-2012), gubernur juga menyinggung komitmennya menata ruang terbuka hijau yakni tercantum pada poin mengenai lingkungan hidup. Disitu disebutkan, Pemprov akan menata RTH di kawasan bantaran sungai seluas 20 hektare; penataan jalur hijau jalan dan jalan tol (luas 20 hektare); peremajaan pohon sebanyak 500.000 pohon; pemeliharaan RTH Taman dan Jalur hijau (500 hektare); serta tersusunya rencana dan trace RTH.</p>
<p>Data Penertiban Sejumlah Kawasan untuk Menambah RTH tahun 2008<br />
1. Komunitas pedagang kolong rel KA Jl Probolinggo, Menteng, Jakpus<br />
2. Kolong rel KA samping Kedubes AS, Gambir, Jakpus<br />
3. Pedagang di dalam Taman Ayodya, Jaksel<br />
4. Penghuni di dalam Taman Danau Sunter Selatan, Jakarta Utara<br />
5. Permukiman padat di Jakarta Utara (tidak disebutkan)<br />
6. Permukiman padat di Jakarta Barat (tidak disebutkan<br />
7. Permukiman padat di Jakarta Selatan (tidak disebutkan)<br />
8. Permukiman padat di Jakarta Timur (tidak disebutkan)<br />
9. Permukiman padat di Jakarta Pusat (tidak disebutkan)<br />
10. Jalan Bambu 25 RT007/04, Cawang, Kramat Jati, Jaktim<br />
11. Karang Tengah, Cilandak, Jakarta Selatan<br />
12. Kembangan, Jakarta Barat<br />
13. Permukiman padat di Pasar Minggu, Jaksel<br />
14. Lahan dan bangunan di Jalan Cempaka Putih Tengah 15 Jakpus<br />
15. Lahan dan Bangunan di Jalan Waringin Raya, Jaktim<br />
16. Sisi utara Jalan Hayam Wuruk, Jakbar<br />
17. 28 titik SPBU di jalur hijau</p>
<p>Total Lahan yang Ditertibkan 98.237 m2<br />
Sumber: RAPBD DKI Jakarta 2008.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/15/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/15/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=15&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/memfungsikan-kembali-lahan-hijau-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>44 Permukiman Mewah Jakarta Berada di Lahan Hijau</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/44-permukiman-mewah-jakarta-berada-di-lahan-hijau/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/44-permukiman-mewah-jakarta-berada-di-lahan-hijau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 07:03:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lahan Hijau Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta – Kebijakan yang berat sebelah dan mendukung pemodal kuat, pada kenyataannya juga berpotensi merusak lingkungan. Termasuk keberadaan pemukiman mewah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jakarta, yang sepertinya luput dari penegakan hukum. ”Setidaknya terdapat 44 bangunan berupa hotel, wisma, villa, perumahan mewah, pusat perbelanjaan, lapangan golf berdiri di area terbuka hijau Jakarta,” ucap Slamet Daroyni, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=14&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;font-size:x-small;">Jakarta – Kebijakan yang berat sebelah dan mendukung pemodal kuat,              pada kenyataannya juga berpotensi merusak lingkungan. Termasuk              keberadaan pemukiman mewah di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Jakarta,              yang sepertinya luput dari penegakan hukum.<br />
”Setidaknya terdapat 44 bangunan berupa hotel, wisma, villa,              perumahan mewah, pusat perbelanjaan, lapangan golf berdiri di area              terbuka hijau Jakarta,” ucap Slamet Daroyni, Direktur Eksekutif              Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jakarta, ketika diminta pendapatnya              mengenai hal ini, Jumat (22/2).<br />
Data itu sendiri di dapat dalam penghitungan Walhi selama 20 tahun              ini (1988-2008). Dimana terdapat nama-nama seperti Senayan City,              Ratu Plaza, Sudirman Place, Depdiknas, Wisma Fajar, Hotel Mulia,              Hotel Sultan, Simprug Golf serta Senayan Residen Apartement yang              merupakan pemukiman mewah yang dibuat diatas lahan hijau.<br />
Dari hitungan ini juga berarti telah terjadi penyimpangan sampai 70              persen, dari Rencana Tata Ruang Wilayah DKI Jakarta tahun 2010, yang              ditetapkan dalam Perda no. 6 tahun 1999 lalu. ”Saat ini luas RTH di              DKI hanya 9,6 persen dari target 13,94 persen,” papar Dayroni.<br />
Padahal dengan wilayah Jakarta yang mencapai 66.152 hektare, nilai              impian RTH setinggi 13,94 persen tersebut adalah harga minimal bila              ingin dikategorikan kota sehat.<br />
Walhi sendiri menilai pada perubahan master plan 1985-2005 ke master              plan 2000-2010, telah terjadi rekayasa pemutihan area yang              seharusnya menjadi lahan hijau menjadi area industri maupun              perumahan. Perubahan itu, kata Slamet, terjadi setelah keluar              Instruksi Menteri Dalam Negeri No. 14 Tahun 1988 Tentang: Penataan              Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Wilayah Perkotaan. Adanya peraturan itu              mewajibkan Pemprov mengembalikan fungsi perumahan yang berdiri di              lahan resapan, menjadi area terbuka.<br />
”Tapi, bukannya kebijakan itu dituruti pemprov, namun justru              memutihkan dengan mengeluarkan membuat master plan 2000-2010 itu,              padahal seharusnya master plan dibuat sebelum tahun 2005 berakhir,”              ujarnya.<br />
Hal itu kemudian juga diamini oleh Ketua Umum Lembaga Konsumen Jasa              Konstruksi (LKJK) Bambang Pranoto. Ia mengatakan akar masalah              penyebab utama wilayah Jakarta terus tergenang banjir hingga saat              ini, karena terjadinya penyimpangan Tata Ruang Kota. Dia              mencontohkan pembangunan sejumlah permukiman mewah di sekitar              kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), diantaranya Perumahan              Pantai Indah Kapuk (PIK) serta perumahan lain. Pembangunan perumahan              mewah tersebut, katanya, mengakibatkan pemindahan air genangan              menuju ke pinggir jalan tol sepanjang arah ke bandara.<br />
Padahal bila mengacu kepada UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan              Ruang disebutkan bahwa dalam tata ruang perkotaan perlu dibangun RTH              publik dan RTH privat. Proporsi RTH pada wilayah kota paling sedikit              30 persen dari luas wilayah.<br />
Sementara pada rencana umum tata ruang (RUTR) 1985-2005,              perbandingan antara ruang terbuka dan ruang terbangun adalah 30:70              persen. Kini, Pemprov menargetkan luas RTH tahun 2010 hanya 13,94              persen dari luas Jakarta. ”Saat ini baru 9,6 persen, dan pada tahun              2008, kita akan menambah RTH hingga 5 hektare dengan anggaran              seluruhnya Rp 40 miliar,” ujar Sarwo Handayani, Kepala Dinas              Pertamanan DKI menjelaskan hal ini.</span></p>
<p>Udara Bersih<br />
Tidak hanya mengurangi banjir, penyusutan RTH juga berbahaya bagi              menipisnya udara bersih Jakarta. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup              Daerah (BPLHD) DKI Jakarta mengakui, jika Jakarta tidak memiliki              cukup RTH yang mampu membantu menetralisir racun dari asap kendaraan              bermotor, industri, dan lainnya.<br />
Sumbangan polusi terbesar dari kendaraan bermotor, yaitu 70 persen.              ”Akibatnya, Jakarta menyandang kota terpolusi nomor tiga di dunia              berdasar laporan WHO PBB,” ujar Kepala BPLHD DKI Budirama              Natakusumah, belum lama ini.<br />
Berdasarkan Studi Lembaga Bina Lanskap, Fakultas Arsitektur Lanskap              dan Teknologi Lingkungan, Universitas Trisakti (2003), dengan              standar 7,81 meter persegi RTH per seorang penduduk, luas RTH yang              dibutuhkan sebagai pengendali kualitas udara dan penyerap gas              polutan di Jakarta adalah senilai 36 persen dari luas kota, yang              berarti seluas 23.500 hektare. Ini berarti dengan luas RTH 9,12              persen (6.900 ha) pada 2006, Jakarta kini hanya memiliki kapasitas              pengendali udara 25 persen, atau hidup dengan seperempat paru-paru              kota.<br />
Padahal, satu hektare RTH mampu menghasilkan 0,6 ton oksigen. Jumlah              tersebut guna dikonsumsi 1.500 penduduk per hari, mengurangi suhu              5-8 selsius, meredam kebisingan 25-80 persen, dan menyerap gas              polutan 75-80 persen.<br />
Selamet menuding pemprov tidak memiliki keseriusan dalam menambah              RTH. Buktinya terlihat dari inkonsistensi Pemprov DKI Jakarta              membuat pembangunan fisik bangunan, infrastruktur, dan transportasi              dengan cara menggusuri taman atau lapangan olahraga, median jalur              hijau dan menebangi pohon. <strong>(sulung prasetyo) </strong></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/14/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/14/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/14/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/14/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/14/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=14&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/44-permukiman-mewah-jakarta-berada-di-lahan-hijau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mimpi Hijau Jakarta</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/mimpi-hijau-jakarta/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/mimpi-hijau-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 07:01:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Lahan Hijau Jakarta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Liputan6.com, Jakarta: Jakarta yang kini dihuni sekitar 11 juta penduduk menyimpan beragam masalah. Salah satunya soal kebutuhan ruang publik atau area hijau. Saat ini di Ibu Kota baru terdapat 8.600 hektare ruang publik atau 11 persen dari luas wilayah Jakarta. Idealnya Jakarta dengan kepadatan penduduk dan tingkat polusi yang tinggi membutuhan 22 hektare atau 33 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=13&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Liputan6.com, Jakarta:</strong> Jakarta yang kini dihuni sekitar 11 juta penduduk menyimpan beragam masalah. Salah satunya soal kebutuhan ruang publik atau area hijau. Saat ini di Ibu Kota baru terdapat 8.600 hektare ruang publik atau 11 persen dari luas wilayah Jakarta.</p>
<p>Idealnya Jakarta dengan kepadatan penduduk dan tingkat polusi yang tinggi membutuhan 22 hektare atau 33 persen ruang hijau. Terlebih menilik perkembangan jumlah warga hingga 2010 setidaknya dibutuhkan 513 hektare lahan hijau. Jakarta pada 1970 pernah memiliki ruang hijau hampir 49 persen. Dari areal lahan hijau sekitar 33.000 hektare kini sudah menyusut tinggal 6.000 hektare.</p>
<p>Hilangnya lahan hijau di Jakarta disebabkan oleh perubahan fungsi lahan. Ada yang berubah menjadi apartemen, perumahan, perkantoran, atau pertokoan. Disisi lain kepadatan penduduk hingga 180 jiwa per hektare dan perkembangan kendaraan bermotor yang mencapai enam juta unit per tahun menyebabkan polusi udara.</p>
<p>Menurut pakar tata kota Suryono Herlambang, minimnya ruang hijau membawa dampak kepada kehidupan sebuah kota. Ditambahkan Suryono, saat ini banyak ruang hijau di Jakarta berubah fungsi sehingga kantong air menyempit. Selama ini Jakarta Selatan menjadi andalan resapan air. Namun, 70 persen wilayah itu kini sudah diisi bangunan. Padahal, daerah Jakarta yang datarannya 40 persen lebih rendah dari permukaan laut mutlak membutuhkan ruang terbuka hijau dan kantong air.</p>
<p>Jakarta berubah menjadi kota yang padat, panas dan banjir. Padahal, kota ini mempunyai mimpi menjadi daerah yang aman, nyaman, bersih, dan tertib. Untuk mewujudkan itu, berbagai penertiban dilakukan. Jakarta yang hijau memang masih menjadi mimpi.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/13/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/13/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=13&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/mimpi-hijau-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutan Jati</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-jati/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-jati/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 06:48:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Hutan jati di Bojonegoro, Jawa Timur Hutan jati adalah sejenis hutan yang dominan ditumbuhi oleh pohon jati (Tectona grandis). Di Indonesia, hutan jati terutama didapati di Jawa. Akan tetapi kini juga telah menyebar ke berbagai daerah seperti di pulau-pulau Muna, Sumbawa, Flores dan lain-lain. Hutan jati merupakan hutan yang tertua pengelolaannya di Jawa dan juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=12&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:182px;"><a class="image" title="Hutan jati di Bojonegoro, Jawa Timur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:BNG_050309_038_resize.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/18/BNG_050309_038_resize.jpg/180px-BNG_050309_038_resize.jpg" border="0" alt="Hutan jati di Bojonegoro, Jawa Timur" width="180" height="124" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:BNG_050309_038_resize.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Hutan jati di Bojonegoro, Jawa Timur</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Hutan jati</strong> adalah sejenis <a title="Hutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan">hutan</a> yang dominan ditumbuhi oleh <a title="Pohon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pohon">pohon</a> <a class="mw-redirect" title="Jati (pohon)" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jati_%28pohon%29">jati</a> (<em>Tectona grandis</em>). Di Indonesia, hutan jati terutama didapati di <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>. Akan tetapi kini juga telah menyebar ke berbagai daerah seperti di pulau-pulau <a title="Muna" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Muna">Muna</a>, <a title="Sumbawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumbawa">Sumbawa</a>, <a title="Flores" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Flores">Flores</a> dan lain-lain.</p>
<p>Hutan jati merupakan hutan yang tertua pengelolaannya di Jawa dan juga di <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a>, dan salah satu jenis hutan yang terbaik pengelolaannya.</p>
<p>Jati jawa, asli atau introduksi? Para ahli (altona, 1922; Charles, 1960) menduga bahwa jati di Jawa dibawa oleh orang-orang Hindu dari India pada akhir jaman hindu (awal abad X1V, hingga awal abad XVI). Akan tetapi beberapa ahli yang lain menyangkal, dan menyatakan bahwa tidak ada alasan yang cukup kuat untuk menyatakan bahwa jati bukan tumbuhan asli Jawa (Whitten dkk., 1999). Hipotesa introduksi jati dari india ke jawa sudah barang tentu sulit dihindari, mengingat sifat kayunya yang sejak ratusan tahun sangat dikenal, sehingga sudah barang tentu manusia sangat berperanan penting terutama dalam penyebarannya yang terbaru. Padahal menurut Peluso (1991), ketika pedagang belanda mendarat di jawa pada pertengahan abad XVII, mereka mendapati tegakan jati campuran atau bahkan tegakan jati hampir murni yang terbentang beratus-ratus kilometer di bagian tengah pulau jawa. Bila hipotesa introduksi jati dari india dibenarkan, maka introduksi tersebut telah berlangsung pada jaman yang lebih kuno, paling tidak sekitar abad VI, yakni ketika pertukaran kebudayaan antara India dan Indonesia berlangsung sangat kuat. Namun tidak ada catatan sejarah yang menguatkan dugaan itu. Dipihak lain hipotesa introduksi jati dari India ke Jawa juga menimbulkan pertanyaan yang sulit dijawab terutama tentang diketemukannya populasi jati alam di beberapa pulau terpencil di Indonesia seperti di Madura, Muna, dan ketidakhadirannya di pulau pulau lain selain di jawa padahal pulau &#8211; pulau tersebut (Sumatera misalnya) juga berperan penting dalam jalur migrasi manusia antara India, Thailand, Cambodga, China, Jepang. Berdasar itu Gartner (1956) meragukan hipotesa Altona, demikian pula Troup (1921) yang cenderung mengganggap bahwa keberadaan jati di Jawa dan beberapa pulau di indonesia adalah alami.Penelitian Kertadikara (1992) yang mempelajari keragaman genetika beberapa populasi jati India, Jawa dan Thailand dengan menggunakan isoenzym serta data morfologi, menunjukkan bahwa populasi jati dari India memiliki struktur genetika sangat khas yang jauh berbeda dengan populasi jati Jawa dan Thailand. Sementara struktur genetika populasi jati Thailand lebih dekat dengan struktur genetika populasi jati Jawa. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pertama populasi jati India telah sejak lama terisolasi secara geografi dari populasi-populasijati lainnya. Kedua, bila hipotesa introduksi jati dari india ke Jawa dibenarkan, seharusnya akan terlihat kedekatan struktur genetika antara populasi Jawa dan India. Berdasar itu Kertadikara (1992)cenderung pada hipotesa migrasi alami jati dari pusat penyebaran alaminya di daratan asia tenggara (yang kemungkinan besar terletak di Myanmar), menggunakan pulau ke pulau yang menghubungkan daratan asia dengan kepulauan indonesia pada jaman pleistocene. Hubungan antra daratan asia dan kepulauan indonesia tersebut dimungkinkan akibat penurunan permukaan air laut sekitar 100 hingga 120 m lebih rendah dibanding permukaannnya sekarang. Sementara keberhasilan instalasi jati di jawa dan beberapa pulau lainnya tergantung sepenuhnya pada kebutuhan klimatik dan edafik, yang menyebabkan penyebaran alami jati bersifat terputus-putus.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=12&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-jati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/1/18/BNG_050309_038_resize.jpg/180px-BNG_050309_038_resize.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hutan jati di Bojonegoro, Jawa Timur</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Hutan Hujan</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-hujan/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-hujan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 06:43:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[Hutan hujan ialah hutan tropis yang banyak menerima hujan. Biasanya memiliki banyak tanaman dan hewan. Hutan hujan yang paling terkenal ialah Hutan Hujan Amazon. Para ilmuwan mengatakan lebih dari separuh spesies tanaman dan binatang tinggal di hutan hujan. Juga lebih dari 1/4 obat-obatan berasal dari sini. Hutan hujan hanya meliputi wilayah sekitar 2% dari wilayah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=11&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Hutan hujan</strong> ialah <a title="Hutan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hutan">hutan</a> tropis yang banyak menerima hujan. Biasanya memiliki banyak <a class="mw-redirect" title="Tanaman" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Tanaman">tanaman</a> dan <a title="Hewan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hewan">hewan</a>. Hutan hujan yang paling terkenal ialah <a class="new" title="Hutan Hujan Amazon (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hutan_Hujan_Amazon&amp;action=edit&amp;redlink=1">Hutan Hujan Amazon</a>.</p>
<p>Para <a title="Ilmuwan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ilmuwan">ilmuwan</a> mengatakan lebih dari separuh <a title="Spesies" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Spesies">spesies</a> tanaman dan binatang tinggal di hutan hujan. Juga lebih dari 1/4 <a title="Obat" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Obat">obat</a>-obatan berasal dari sini. Hutan hujan hanya meliputi wilayah sekitar 2% dari wilayah tanah <a title="Bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bumi">bumi</a>, namun hutan hujan masih menyediakan 40% <a title="Oksigen" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Oksigen">oksigen</a>.</p>
<p>Hutan hujan dapat ditemukan di 3 wilayah geografis utama di seluruh dunia.</p>
<ul>
<li><a title="Amerika Tengah" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Tengah">Amerika Tengah</a> di basin <a title="Sungai Amazon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai_Amazon">Sungai Amazon</a>.</li>
<li><a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a> &#8211; basin Zaire, dengan sejumlah kecil di Afrika Barat; juga Madagaskar timur.</li>
<li>Indo-Malaysia &#8211; pesisir barat <a title="India" href="http://id.wikipedia.org/wiki/India">India</a>, Assam, Asia Tenggara, <a class="new" title="Guinea Baru (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Guinea_Baru&amp;action=edit&amp;redlink=1">Guinea Baru</a>, dan Queensland, <a title="Australia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Australia">Australia</a>.</li>
</ul>
<p>Hutan hujan mendapatkan hujan rata-rata 50 sampai 250 inch setahun. Pada tahun-tahun hangat jarang mencapai suhu di atas 93 F atau di bawah 68 F. Memiliki <a class="mw-redirect" title="Kelembaban" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kelembaban">kelembaban</a> rata-rata 77% sampai 88%</p>
<p>Hutan hujan memiliki hamparan dedaunan hijau yang busuk di tanah carpet. Ini disebut lapisan humus.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/11/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/11/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/11/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/11/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/11/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=11&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-hujan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hutan Bakau</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-bakau/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-bakau/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 06:41:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hutan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Hutan bakau di Zambia, Afrika. Hutan bakau atau disebut juga hutan mangrove adalah hutan yang tumbuh di atas rawa-rawa berair payau yang terletak pada garis pantai dan dipengaruhi oleh pasang-surut air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi pelumpuran dan akumulasi bahan organik. Baik di teluk-teluk yang terlindung dari gempuran ombak, maupun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=10&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME%7E1/Owner/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/Owner/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /></p>
<p><img src="/DOCUME%7E1/Owner/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-3.jpg" alt="" /></p>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:242px;"><a class="image" title="Hutan bakau di Zambia, Afrika." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gambia_048_from_KG.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Gambia_048_from_KG.jpg/240px-Gambia_048_from_KG.jpg" border="0" alt="Hutan bakau di Zambia, Afrika." width="240" height="163" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Gambia_048_from_KG.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Hutan bakau di <a title="Zambia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Zambia">Zambia</a>, <a title="Afrika" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Afrika">Afrika</a>.</p>
</div>
</div>
</div>
<p><strong>Hutan bakau</strong> atau disebut juga <strong>hutan mangrove</strong> adalah hutan yang tumbuh di atas <a title="Rawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rawa">rawa-rawa</a> berair <a class="new" title="Payau (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Payau&amp;action=edit&amp;redlink=1">payau</a> yang terletak pada <a title="Garis pantai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Garis_pantai">garis pantai</a> dan dipengaruhi oleh <a class="new" title="Pasang-surut (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Pasang-surut&amp;action=edit&amp;redlink=1">pasang-surut</a> air laut. Hutan ini tumbuh khususnya di tempat-tempat di mana terjadi <a title="Lumpur" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lumpur">pelumpuran</a> dan akumulasi bahan <a class="new" title="Organik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organik&amp;action=edit&amp;redlink=1">organik</a>. Baik di <a title="Teluk" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teluk">teluk-teluk</a> yang terlindung dari gempuran <a title="Ombak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ombak">ombak</a>, maupun di sekitar <a class="new" title="Muara (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Muara&amp;action=edit&amp;redlink=1">muara</a> <a title="Sungai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai">sungai</a> di mana air melambat dan mengendapkan lumpur yang dibawanya dari <a class="new" title="Hulu (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Hulu&amp;action=edit&amp;redlink=1">hulu</a>.</p>
<p>Ekosistem hutan bakau bersifat khas, baik karena adanya pelumpuran tadi &#8211;yang mengakibatkan kurangnya <a class="new" title="Aerasi (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Aerasi&amp;action=edit&amp;redlink=1">aerasi</a> tanah; <a title="Salinitas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Salinitas">salinitas</a> tanahnya yang tinggi; serta mengalami daur penggenangan oleh pasang-surut air laut. Hanya sedikit jenis tumbuhan yang bertahan hidup di tempat semacam ini, dan jenis-jenis ini kebanyakan bersifat khas hutan bakau karena telah melewati proses <a title="Adaptasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Adaptasi">adaptasi</a> dan <a title="Evolusi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Evolusi">evolusi</a>.</p>
<h2><span class="mw-headline">Luas dan Penyebaran</span></h2>
<p>Hutan-hutan bakau menyebar luas di bagian yang cukup panas di dunia, terutama di sekeliling <a title="Khatulistiwa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Khatulistiwa">khatulistiwa</a> di wilayah tropika dan sedikit di subtropika.</p>
<p>Luas hutan bakau <a title="Indonesia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia">Indonesia</a> antara 2,5 hingga 4,5 juta <a class="mw-redirect" title="Hektar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hektar">hektar</a>, merupakan mangrove yang terluas di dunia. Melebihi Brazil (1,3 juta ha), Nigeria (1,1 juta ha) dan Australia (0,97 ha) (Spalding dkk, 1997 <em>dalam</em> Noor dkk, 1999).</p>
<p>Di Indonesia, hutan-hutan mangrove yang luas terdapat di seputar <a class="new" title="Dangkalan Sunda (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dangkalan_Sunda&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dangkalan Sunda</a> yang relatif tenang dan merupakan tempat bermuara sungai-sungai besar. Yakni di pantai timur <a class="mw-redirect" title="Sumatra" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sumatra">Sumatra</a>, dan pantai barat serta selatan <a title="Kalimantan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan">Kalimantan</a>. Di pantai utara <a title="Jawa" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa">Jawa</a>, hutan-hutan ini telah lama terkikis oleh kebutuhan penduduknya terhadap lahan.</p>
<p>Di bagian timur Indonesia, di tepi <a class="new" title="Dangkalan Sahul (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Dangkalan_Sahul&amp;action=edit&amp;redlink=1">Dangkalan Sahul</a>, hutan-hutan mangrove yang masih baik terdapat di pantai barat daya <a title="Papua" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Papua">Papua</a>, terutama di sekitar <a class="mw-redirect" title="Teluk Bintuni" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Teluk_Bintuni">Teluk Bintuni</a>. Mangrove di Papua mencapai luas 1,3 juta ha, sekitar sepertiga dari luas hutan bakau Indonesia.</p>
<p><a id="Lingkungan_fisik_dan_zonasi" name="Lingkungan_fisik_dan_zonasi"></a></p>
<h2><span class="mw-headline">Lingkungan fisik dan zonasi</span></h2>
<div class="thumb tright">
<div class="thumbinner" style="width:242px;"><a class="image" title="Pandangan di atas dan di bawah air, dekat perakaran pohon bakau, Rhizophora sp." href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mangroves.jpg"><img class="thumbimage" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f0/Mangroves.jpg/240px-Mangroves.jpg" border="0" alt="Pandangan di atas dan di bawah air, dekat perakaran pohon bakau, Rhizophora sp." width="240" height="154" /></a></p>
<div class="thumbcaption">
<div class="magnify"><a class="internal" title="Perbesar" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Mangroves.jpg"><img src="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" alt="" width="15" height="11" /></a></div>
<p>Pandangan di atas dan di bawah air, dekat perakaran pohon <a title="Bakau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bakau">bakau</a>, <em>Rhizophora</em> sp.</p>
</div>
</div>
</div>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/10/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/10/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=10&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/hutan-bakau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/7c/Gambia_048_from_KG.jpg/240px-Gambia_048_from_KG.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Hutan bakau di Zambia, Afrika.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f0/Mangroves.jpg/240px-Mangroves.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pandangan di atas dan di bawah air, dekat perakaran pohon bakau, Rhizophora sp.</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://id.wikipedia.org/skins-1.5/common/images/magnify-clip.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pencemaran Udara</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/pencemaran-udara-2/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/pencemaran-udara-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 06:24:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencemaran Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti. Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=9&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pencemaran udara</strong> adalah kehadiran satu atau lebih substansi <a title="Fisik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fisik">fisik</a>, <a title="Kimia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kimia">kimia</a>, atau <a title="Biologi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Biologi">biologi</a> di <a title="Atmosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer">atmosfer</a> dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.  Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti <a title="Polusi suara" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Polusi_suara">polusi suara</a>, <a title="Panas" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Panas">panas</a>, <a title="Radiasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Radiasi">radiasi</a> atau <a class="new" title="Polusi cahaya (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polusi_cahaya&amp;action=edit&amp;redlink=1">polusi cahaya</a> dianggap sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat bersifat langsung dan <a class="new" title="Lokal (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Lokal&amp;action=edit&amp;redlink=1">lokal</a>, <a title="Regional" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Regional">regional</a>, maupun <a class="new" title="Global (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Global&amp;action=edit&amp;redlink=1">global</a>.  <strong>Sumber</strong> Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder. Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber pencemaran udara. <a title="Karbon monoksida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Karbon_monoksida">Karbon monoksida</a> adalah sebuah contoh dari pencemar udara primer karena ia merupakan hasil dari <a title="Pembakaran" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembakaran">pembakaran</a>. Pencemar sekunder adalah substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di <a title="Atmosfer" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Atmosfer">atmosfer</a>. Pembentukan <a title="Ozon" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ozon">ozon</a> dalam <a class="new" title="Smog fotokimia (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Smog_fotokimia&amp;action=edit&amp;redlink=1">smog fotokimia</a> adalah sebuah contoh dari pencemaran udara sekunder.  Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi udara dalam konteks global dan hubungannya dengan <a title="Pemanasan global" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pemanasan_global">pemanasan global</a>, <a class="new" title="Perubahan iklim (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Perubahan_iklim&amp;action=edit&amp;redlink=1">perubahan iklim</a> dan <a class="new" title="Deplesi ozon (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Deplesi_ozon&amp;action=edit&amp;redlink=1">deplesi ozon</a> di stratosfer semakin meningkat.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/9/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/9/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=9&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/pencemaran-udara-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencemaran Tanah</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/pencemaran-tanah/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/pencemaran-tanah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 May 2008 06:15:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencemaran Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan pestisida; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia, atau limbah; air limbah dari tempat penimbunan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=7&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pencemaran tanah</strong> adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial; penggunaan <a title="Pestisida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pestisida">pestisida</a>; masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan; kecelakaan kendaraaan pengangkut <a title="Minyak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak">minyak</a>, zat kimia, atau limbah; air limbah dari <a class="new" title="Tempat penimbunan sampah (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tempat_penimbunan_sampah&amp;action=edit&amp;redlink=1">tempat penimbunan sampah</a> serta limbah <a title="Industri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Industri">industri</a> yang langsung dibuang ke tanah secara tidak memenuhi syarat (<em>illegal dumping</em>).</p>
<p>Ketika suatu zat berbahaya/<a title="Racun" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Racun">beracun</a> telah mencemari permukaan tanah, maka ia dapat menguap, tersapu air <a title="Hujan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hujan">hujan</a> dan atau masuk ke dalam tanah. Pencemaran yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada <a title="Manusia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia">manusia</a> ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.</p>
<h3><span class="mw-headline">Dampak Pada kesehatan</span></h3>
<p>Dampak pencemaran tanah terhadap kesehatan tergantung pada tipe <a class="new" title="Polutan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Polutan&amp;action=edit&amp;redlink=1">polutan</a>, jalur masuk ke dalam tubuh dan kerentanan <a class="mw-redirect" title="Populasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Populasi">populasi</a> yang terkena. <a title="Kromium" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kromium">Kromium</a>, berbagai macam pestisida dan <a title="Herbisida" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Herbisida">herbisida</a> merupakan bahan <a class="new" title="Karsinogenik (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karsinogenik&amp;action=edit&amp;redlink=1">karsinogenik</a> untuk semua populasi. <a title="Timbal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Timbal">Timbal</a> sangat berbahaya pada anak-anak, karena dapat menyebabkan kerusakan <a title="Otak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Otak">otak</a>, serta kerusakan <a title="Ginjal" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ginjal">ginjal</a> pada seluruh populasi.</p>
<p>Paparan kronis (terus-menerus) terhadap <a title="Benzena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Benzena">benzena</a> pada konsentrasi tertentu dapat meningkatkan kemungkinan terkena <a title="Leukemia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Leukemia">leukemia</a>. <a class="mw-redirect" title="Merkuri" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Merkuri">Merkuri</a> (air raksa) dan <a class="new" title="Siklodiena (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Siklodiena&amp;action=edit&amp;redlink=1">siklodiena</a> dikenal dapat menyebabkan kerusakan ginjal, beberapa bahkan tidak dapat diobati. <a class="new" title="PCB (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=PCB&amp;action=edit&amp;redlink=1">PCB</a> dan siklodiena terkait pada keracunan <a title="Hati" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hati">hati</a>. <a class="new" title="Organofosfat (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Organofosfat&amp;action=edit&amp;redlink=1">Organofosfat</a> dan <a class="new" title="Karmabat (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Karmabat&amp;action=edit&amp;redlink=1">karmabat</a> dapat dapat menyebabkan ganguan pada saraf otot. Berbagai pelarut yang mengandung <a class="mw-redirect" title="Klorin" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Klorin">klorin</a> merangsang perubahan pada hati dan ginjal serta penurunan sistem saraf pusat. Terdapat beberapa macam dampak kesehatan yang tampak seperti sakit kepala, pusing, letih, iritasi <a title="Mata" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mata">mata</a> dan ruam kulit untuk paparan bahan kimia yang disebut di atas. Yang jelas, pada dosis yang besar, pencemaran tanah dapat menyebabkan kematian.</p>
<p>Pencemaran tanah juga dapat memberikan dampak terhadap <a title="Ekosistem" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ekosistem">ekosistem</a><sup><a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_tanah#cite_note-0">[1]</a></sup>. Perubahan kimiawi tanah yang radikal dapat timbul dari adanya bahan kimia beracun/berbahaya bahkan pada dosis yang rendah sekalipun. Perubahan ini dapat menyebabkan perubahan <a title="Metabolisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Metabolisme">metabolisme</a> dari <a title="Mikroorganisme" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Mikroorganisme">mikroorganisme</a> endemik dan <a class="new" title="Antropoda (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Antropoda&amp;action=edit&amp;redlink=1">antropoda</a> yang hidup di lingkungan tanah tersebut. Akibatnya bahkan dapat memusnahkan beberapa spesies primer dari <a title="Rantai makanan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rantai_makanan">rantai makanan</a>, yang dapat memberi akibat yang besar terhadap predator atau tingkatan lain dari rantai makanan tersebut. Bahkan jika efek kimia pada bentuk kehidupan terbawah tersebut rendah, bagian bawah <a class="new" title="Piramida makanan (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Piramida_makanan&amp;action=edit&amp;redlink=1">piramida makanan</a> dapat menelan bahan kimia asing yang lama-kelamaan akan terkonsentrasi pada makhluk-makhluk penghuni piramida atas. Banyak dari efek-efek ini terlihat pada saat ini, seperti konsentrasi <a class="new" title="DDT (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=DDT&amp;action=edit&amp;redlink=1">DDT</a> pada burung menyebabkan rapuhnya cangkang telur, meningkatnya tingkat kematian anakan dan kemungkinan hilangnya spesies tersebut.</p>
<p>Dampak pada pertanian terutama perubahan metabolisme tanaman yang pada akhirnya dapat menyebabkan penurunan hasil pertanian. Hal ini dapat menyebabkan dampak lanjutan pada konservasi tanaman di mana tanaman tidak mampu menahan lapisan tanah dari erosi. Beberapa bahan pencemar ini memiliki <a title="Waktu paruh" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Waktu_paruh">waktu paruh</a> yang panjang dan pada kasus lain bahan-bahan kimia derivatif akan terbentuk dari bahan pencemar tanah utama.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/7/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/7/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=7&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/03/pencemaran-tanah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencemaran Air</title>
		<link>http://veegha.wordpress.com/2008/05/01/pencemaran-air/</link>
		<comments>http://veegha.wordpress.com/2008/05/01/pencemaran-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 May 2008 09:20:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>veegha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pencemaran Lingkungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://veegha.wordpress.com/?p=6</guid>
		<description><![CDATA[Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung berapi, badai, gempa bumi dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=6&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pencemaran air</strong> adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti <a title="Danau" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Danau">danau</a>, <a title="Sungai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sungai">sungai</a>, <a class="mw-redirect" title="Lautan" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Lautan">lautan</a> dan <a class="new" title="Air tanah (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Air_tanah&amp;action=edit&amp;redlink=1">air tanah</a> akibat aktivitas manusia. Walaupun <a title="Fenomena" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Fenomena">fenomena</a> alam seperti <a title="Gunung berapi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gunung_berapi">gunung berapi</a>, <a title="Badai" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Badai">badai</a>, <a title="Gempa bumi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Gempa_bumi">gempa bumi</a> dll juga mengakibatkan perubahan yang besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran. Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan <a title="Nutrien" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Nutrien">nutrien</a> dapat mengarah pada <a title="Eutrofikasi" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Eutrofikasi">eutrofikasi</a>. Sampah organik seperti air comberan (<em>sewage</em>) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti <a class="new" title="Logam berat (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Logam_berat&amp;action=edit&amp;redlink=1">logam berat</a>, <a class="new" title="Toksin (belum dibuat)" href="http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Toksin&amp;action=edit&amp;redlink=1">toksin</a> organik, <a title="Minyak" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Minyak">minyak</a>, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh <a title="Pembangkit listrik" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pembangkit_listrik">pembangkit listrik</a>, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/veegha.wordpress.com/6/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/veegha.wordpress.com/6/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/veegha.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/veegha.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/veegha.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/veegha.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/veegha.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/veegha.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/veegha.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/veegha.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/veegha.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/veegha.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/veegha.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/veegha.wordpress.com/6/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/veegha.wordpress.com/6/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/veegha.wordpress.com/6/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=veegha.wordpress.com&amp;blog=3156463&amp;post=6&amp;subd=veegha&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://veegha.wordpress.com/2008/05/01/pencemaran-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/613d5c21136094956c7c0584072e99ba?s=96&#38;d=identicon" medium="image">
			<media:title type="html">veegha</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
